Proses Pengolahan Tebu Menjadi Gula

Proses Pengolahan Tebu Menjadi Gula

Seperti yang kita semua telah ketahui bahwa di Indonesia sendiri ada banyak pabrik gula. Bahkan produksi dari pabrik tersebut sudah berlangsung sejak zaman Belanda. Kapasitas yang dihasilkan juga cukup besar. Bahkan beberapa pabrik yang sudah beroperasi dari zaman Belanda untuk memproduksi  gula tersebut menjadi salah satu pabrik produksi gula nasional.

Hal ini juga didasarkan karena gula sendiri merupakan salah satu bahan yang banyak digunakan dalam kehidupan manusia. Gula menjadi bahan dasar makanan sebagai pemanis alami. Selain hal tersebut gula sendiri memiliki kadar glukosa yang cukup tinggi. Sedangkan glukosa tersebut digunakan untuk dapat menghasilkan energi yang Dibutuhkan untuk melakukan berbagai macam aktivitas manusia.

Daerah yang ada di Indonesia dengan lahan pertanian yang luas digunakan untuk menanam tebu yaitu berada di Jawa. Bagian pulau Jawa yang paling banyak memproduksi yaitu Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Tebu yang sudah siap dipanen harus segera dipanen dan langsung dibawa ke pabrik gula. Karena jika sudah dipanen tapi dibiarkan terlalu lama tidak langsung diolah maka kadar air dan glukosa yang ada dalam batang tebu tersebut akan semakin berkurang. Hal tersebut tentunya akan berpengaruh kepada jumlah dan kualitas gula yang akan dihasilkan. Dengan begitu para petani tebu biasanya langsung mendistribusikan tebu yang baru saja dipanen ke pabrik gula terdekat.

Proses Pengolahan Tebu

Proses Pengolahan Tebu Menjadi Gula

Lalu bagaimana proses pengolahan tebu untuk menjadi di gula, berikut ini merupakan penjelasannya:

1. Pengolahan awal

Proses yang pertama yaitu pengolahan awal. Sebelum proses pengolahan tebu yang akan dijadikan menjadi gula maka terlebih dahulu harus melalui proses pengolahan awal. Proses ini merupakan proses dimana tebu akan dipilih hingga memenuhi syarat minimal untuk dapat diolah menjadi gula. Oleh karena itu tebu harus memiliki kriteria khusus untuk dapat diolah menjadi gula. Beberapa kriterianya seperti  contohnya yaitu bersih, segar, dan tebu tersebut sudah matang. Kriteria tersebut merupakan kriteria wajib sehingga jika tidak memenuhi salah satu syarat maka tubuh tidak dapat diolah menjadi gula.

2. Penggilingan

Proses yang selanjutnya yaitu proses penggilingan. Tebu yang sudah melalui proses pemilihan maka selanjutnya harus ditimbang terlebih dahulu. Jika tebu sudah ditimbang maka tebu akan memasuki proses penggilingan. Ini merupakan proses inti dari pengolahan tebu menjadi gula. Proses ini bertujuan untuk dapat memeras air sari tebu atau yang lebih dikenal di masyarakat dengan istilah nira. Semakin bagus kualitas tebu maka semakin banyak juga nira yang akan dihasilkan. Selain itu nira yang dihasilkan juga akan lebih berkualitas. Tebu yang sudah matang dengan sempurna juga akan lebih mudah dipecah dan air nira yang diperas juga akan lebih maksimal. Untuk dapat memeras nilai secara maksimal biasanya dilakukan 10 kali penggilingan menggunakan sebuah alat giling biasanya berjumlah 5 buah.

3. Pemurnian

Jika nira dalam proses pemerasan sudah terkumpul maka proses selanjutnya adalah pemurnian. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan nira murni. Karena nira masih bisa tercampur dengan kotoran setelah diperas. Proses pemurnian sendiri ada beberapa jenis  Contohnya yaitu dengan proses defekasi dan proses sulfitasi.

4. Penguapan

Proses pengolahan tebu  yang selanjutnya yaitu penguapan. Tujuan dari proses ini yaitu membuat nira yang tadinya masih dalam bentuk cair menjadi kental karena dapat memudahkan proses pengkristalan. Penguapan nira ini ini dapat dilakukan dengan temperatur 65-110┬░Celsius.

5. Kristalisasi

Proses yang kelima yaitu kristalisasi. Dalam proses pengkristalan sendiri setelah menjadi gula nantinya gula akan dapat terpisah dengan kotoran yang sebelumnya belum tersaring. Dalam proses pengkristalan ini juga dapat dilakukan sortirisasi berdasarkan kualitasnya. Hal tersebut didasarkan pada kemurnian hasil kristalisasi tersebut.

6. Putaran

Setelah proses kristalisasi maka akan masuk dalam proses putaran. Proses ini bertujuan untuk dapat memisahkan kristal dengan larutan atau yang disebut dengan stroop yang biasanya masih menempel pada kristal kristal gula tersebut.

7. Pengeringan dan pendinginan

Proses yang terakhir yaitu pengeringan dan pendinginan. Proses ini biasanya menggunakan 2 mesin yang berbeda. Dengan cara tersebut maka kualitas gula yang baik akan didapatkan. Yaitu gula yang kering dan murni.

Itulah proses pengolahan tebu menjadi gula. Mulai dari tahap pemilahan tebu sampai dengan tebu menjadi gula.

Manfaat Gula Tebu

pengolahan tebu

Kandungan yang terdapat di dalam tebu dapat menghasilkan rasa manis secara alami. Rasa manis yang dihasilkan oleh tubuh berasal dari senyawa sukrosa, fruktosa, dan glukosa. Selain rasanya yang manis air yang terkandung di dalam tebu juga mengandung serat makanan dan terdapat polifenol. Selain itu tebu juga mengandung karbohiat, mineral dan protein. Di dalam mineral air tebu terdapat zat besi, kalsium, kalium dan zinc. Air tebu tebu memiliki manfaat yang dapat menjaga energi tubuh, glukosa yang terdapat di dalam air tebu juga dapat menjaga tubuh untuk tetap segar, selain untuk kesehatan tubuh air tebu juga dapat dimanfaatkan dalam dunia kecantikan